Baca Berita

Tanggap Bencana !!! DKPP Lakukan Sosialisasi Mitigasi Untuk Nelayan dan Pembudidaya

Oleh : admin | 17 januari 2019

Bencana alam dan musibah yang terjadi akhir-akhir ini seolah membuka mata kita bahwa betapa berharganya sebuah kehidupan ini, ribuan dan bahkan ratusan ribu nyawa manusia meninggal akibat bencana alam tersebut. Ribuan unit rumah rusak dan hancur lebur, jalanan dan infrastruktur porak poranda rusak parah karena kejadian ini, hal inilah yang menyebabkan tingkat kematian tinggi kepada para korban bencana.

Perlu diketahui, negara kita Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam ring of fire , oleh karenanya sarana edukasi terkait mitigasi bencana perlu dilakukan di instansi pemerintahan, sekolah-sekolah, dan seluruh masyarakat pada umumnya. Hal ini sangat diperlukan untuk bisa meminimalisir resiko jumlah korban di suatu bencana alam.

Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di bidang Perikanan dan Kelautan sudah melakukan sederet sosialisasi kepada warga binaannya yang terdiri dari para nelayan, pembudidaya, dan juga masyarakat yang bernaung di bawah binaan DKPP.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan adanya kerjasama antara dinas terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG) , dan juga Satpol PP.

Materi sosialisasi ini adalah berupa mitigasi bencana yang isinya adalah bagaimana kita mengantisipasi bencana sebelum bencana, saat bencana, dan paska bencana:

PRA BENCANA
1. Identifikasi Ancaman dalam Rumah atau Gedung
2. Identifikasi Tempat Aman (Dalam ruangan, gedung bertingkat, ruang terbuka)
3. Titik Pertemuan, (anggota keluarga, kantor, sekolah) Tas Siaga dan Bunker Persediaan
4. Edukasi Keluarga (melatih dan memberikan pengetahuan tentang bencana)

SAAT TANGGAP DARURAT
- Kajian Cepat
- Status Keadaan Darurat
- Penyelamatan & Evakuasi
- Pemenuhan Kebutuhan Dasar
- Perlindungan
- Pemulihan

PASKA BENCANA
Rehabilisasi dan Rekonstruksi
- Prasarana dan Sarana
- Sosial
- Ekonomi
- Kesehatan
- Kamtib
- Lingkungan

Dengan adanya pemaparan tersebut, diharapkan masyarakat memahami bahwasannya ada beberapa bencana yang sebenarnya tidak membunuh seperti halnya gempa bumi, akan tetapi yang membunuh adalah bangunan dan benda-benda yang ada di sekitar.

Menurut Ahli Mitigasi Bencana ITS, Dr. Ir. Amien Widodo, MSi : "Kota Surabaya dilewati dua sesar aktif yang bs menimbulkan potensi gempa darat, skalanya mencapai 6,5 Skala Ritcher (SR)" Rabu (08/11/2017)

Amien mengatakan, berdasarkan penelitian Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) yang dibuat pada akhir 2017, Surabaya memiliki dua sesar aktif yakni Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Sesar Waru ini membentang mulai dari bukit di kawasan Karang Pilang sampai ke Sidoarjo, Jombang, dan Nganjuk.

"Sedangkan Sesar Surabaya, dimulai dari perbatasan Jl. Mayjend Sungkono-Margomulyo sampai Cerme Gresik," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Kamis (11/10/2018).

(Kontributor : Ibs /Subbid Perikanan/2019)

Baca Lanjutan...


GRATIS Berikan Pas Kecil Perahu - Kapal Untuk Keamanan dan Kelayakan

Oleh : admin | 21 januari 2019

Sebagai bentuk tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM 002/97/20/DK-18 tanggal 24 Oktober 2018 tentang Pelaksanaan Gerai Pelayanan Terpadu Pengukuran Ulang Kapal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, bersama dengan Syahbandar Tanjung Perak dan Ditpolairud Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengukuran kapal nelayan dan penertiban pas kecil pada hari ini (21/01/19).

Surat tanda kebangsaan kapal atau pas kecil, lanjut Eko, adalah surat kapal yang memberi hak atau legalitas pada kapal untuk mendapatkan izin mengibarkan bendera Indonesia sebagai bendera kebangsaan kapal, termasuk kapal penangkap ikan dengan tonase berat kotor kurang dari GT 7.

Surat tanda kebangsaaan kapal atau pas kecil adalah untuk kapal penangkap ikan, kapal angkutan penyeberangan, kapal wisata, kapal bebek wisata, kapal pemerintahan, serta kapal-kapal lain yang dipergunakan di sungai, laut dan di perairan daratan dengan ukuran kurang dari GT 7 dengan pengajuan surat permohonan, serta dilengkapi dengan surat keterangan yang menandakan kepemilikan kapal dan peruntukan kapal, fotocopy KTP , dan surat keterangan terkait data ukuran kapal, serta tonase kapal yang diterbitkan oleh syahbandar setempat.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk pembinaan dan peningkatan keamanan angkutan perairan, serta sebagai tolak ukur kelaikan angkutan air yang terdiri dari kapal-kapal nelayan, armada pemerintahan, perahu wisata, dan angkutan air lainnya, semuanya akan dicek dari sisi keamanan dan ukurannya. Sementara untuk penerbitan pas kecil untuk para nelayan ini, tidak dipungut biaya alias gratis.

Kegiatan yang digelar di Ekowisata Mangrove Gunung Anyar ini diawali dengan kegiatan sosialisasi mitigasi bencana yang disampaikan oleh perwakilan Dinas terkait Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas). Menurut Ketua Pembina Asosiasi Industri Boat Yard Ali Yusa mengatakan, ide itu muncul tahun lalu. Dalam rapat kegiatan keselamatan pelayaran diketahui bahwa hampir seluruh kapal kecil di Surabaya tidak memiliki dokumen. Artinya, tidak ada pemantauan kelaikan selama ini. (Jawa Pos, 21/1)

Ia menambahkan ada sekitar 1400 unit lebih kapal yang ada di Surabaya, bukan hanya kapal nelayan, akan tetapi armada milik pemerintah, serta perahu wisatapun juga.

Sementara itu kegiatan ini adalah kegiatan lanjutan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor PM 39 Tahun 2017. KEgiatan ini dilaksanakan di 8 titik yang tersebar di seluruh Kota Surabaya, diperkirakan kegiatan ini bakal dilaksanakan hingga akhir bulan ini.

Dokumentasi : Jhn /Subbid Perikanan/2019

Baca Lanjutan...


PELATIHAN PENANAMAN BONSAI

Oleh : admin | 29 Maret 2019

(Kamis, 28/03/20019) Pemkot Surabaya melalui DKPP Surabaya memberikan terobosan terbaru untuk meningkatkan mutu ekonomi masyarakatnya dengan memberikan edukasi terkait penanaman bonsai kepada PPL dan THL yang nantinya akan di Edukasi kepada masyarakat Surabaya. Harapan dari terobosan masyarakat bisa memaksimalkanya sebagai peluang usaha mengingat tanaman bonsai relatif mahal.

Baca Lanjutan...