Baca Berita
Tanggap Bencana !!! DKPP Lakukan Sosialisasi Mitigasi Untuk Nelayan dan Pembudidaya

Bencana alam dan musibah yang terjadi akhir-akhir ini seolah membuka mata kita bahwa betapa berharganya sebuah kehidupan ini, ribuan dan bahkan ratusan ribu nyawa manusia meninggal akibat bencana alam tersebut. Ribuan unit rumah rusak dan hancur lebur, jalanan dan infrastruktur porak poranda rusak parah karena kejadian ini, hal inilah yang menyebabkan tingkat kematian tinggi kepada para korban bencana.

Perlu diketahui, negara kita Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam ring of fire , oleh karenanya sarana edukasi terkait mitigasi bencana perlu dilakukan di instansi pemerintahan, sekolah-sekolah, dan seluruh masyarakat pada umumnya. Hal ini sangat diperlukan untuk bisa meminimalisir resiko jumlah korban di suatu bencana alam.

Kota Surabaya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) di bidang Perikanan dan Kelautan sudah melakukan sederet sosialisasi kepada warga binaannya yang terdiri dari para nelayan, pembudidaya, dan juga masyarakat yang bernaung di bawah binaan DKPP.

Kegiatan sosialisasi ini dilaksanakan dengan adanya kerjasama antara dinas terkait yaitu Badan Penanggulangan Bencana dan Perlindungan Masyarakat (BPB Linmas), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (disingkat BMKG) , dan juga Satpol PP.

Materi sosialisasi ini adalah berupa mitigasi bencana yang isinya adalah bagaimana kita mengantisipasi bencana sebelum bencana, saat bencana, dan paska bencana:

PRA BENCANA
1. Identifikasi Ancaman dalam Rumah atau Gedung
2. Identifikasi Tempat Aman (Dalam ruangan, gedung bertingkat, ruang terbuka)
3. Titik Pertemuan, (anggota keluarga, kantor, sekolah) Tas Siaga dan Bunker Persediaan
4. Edukasi Keluarga (melatih dan memberikan pengetahuan tentang bencana)

SAAT TANGGAP DARURAT
- Kajian Cepat
- Status Keadaan Darurat
- Penyelamatan & Evakuasi
- Pemenuhan Kebutuhan Dasar
- Perlindungan
- Pemulihan

PASKA BENCANA
Rehabilisasi dan Rekonstruksi
- Prasarana dan Sarana
- Sosial
- Ekonomi
- Kesehatan
- Kamtib
- Lingkungan

Dengan adanya pemaparan tersebut, diharapkan masyarakat memahami bahwasannya ada beberapa bencana yang sebenarnya tidak membunuh seperti halnya gempa bumi, akan tetapi yang membunuh adalah bangunan dan benda-benda yang ada di sekitar.

Menurut Ahli Mitigasi Bencana ITS, Dr. Ir. Amien Widodo, MSi : "Kota Surabaya dilewati dua sesar aktif yang bs menimbulkan potensi gempa darat, skalanya mencapai 6,5 Skala Ritcher (SR)" Rabu (08/11/2017)

Amien mengatakan, berdasarkan penelitian Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat) yang dibuat pada akhir 2017, Surabaya memiliki dua sesar aktif yakni Sesar Waru dan Sesar Surabaya. Sesar Waru ini membentang mulai dari bukit di kawasan Karang Pilang sampai ke Sidoarjo, Jombang, dan Nganjuk.

"Sedangkan Sesar Surabaya, dimulai dari perbatasan Jl. Mayjend Sungkono-Margomulyo sampai Cerme Gresik," ujarnya kepada suarasurabaya.net, Kamis (11/10/2018).

(Kontributor : Ibs /Subbid Perikanan/2019)

Posted By admin | 17 januari 2019
Tags : Publik