Baca Artikel

POHON API API JAMBU

Oleh : admin | 09 Juni 2017

Perawakan pohon, tipe perakarannya horizontal dengan sistem akar nafas, kulit kayu halus dengan burik hijau abu-abu, bagian atas daun ditutupi bintikbintik kelenjar berbentuk cekung. Bentuk daun elips, bulat memanjang, bulat telur terbalik dengan ujung meruncing hingga membundar, bagian bawah daun berwarna putih abu-abu muda. Unit dan letak daun sederhana namun berlawanan. Bentuk buah agak membulat, berwarna hijau keabu-abuan. Bunga bergerombol seperti trisula muncul di ujung tandan, bau menyengat, letak bunga di ujung atau ketiak tangkai/tandan bunga. Manfaat daun dapat digunakan untuk mengatasi kulit terbakar dan dapat digunakan pakan ternak. Resin yang keluar dari kulit kayu dapat digunakan alat kontrasepsi.

Baca Lanjutan...


POHON API API PUTIH

Oleh : admin | 09 Juni 2017

Perawakan belukar atau pohon yang tumbuh menyebar. Kumpulan pohon membentuk sistem perakaran horizontal dan akar nafas yang rumit. Akar nafas biasanya tipis, berbentuk jari (atau seperti asparagus) yang ditutupi oleh lentisel. Kulit kayu luar berwarna keabu-abuan atau gelap kecokelatan, beberapa ditumbuhi tonjolan kecil, sementara yang lain kadang-kadang memiliki permukaan yang halus. Daun memiliki permukaan halus, bagian atas hijau mengkilat, bawahnya pucat. Unit dan letak sederhana berlawanan. Bentuk daun lanset (seperti daun akasia) kadang elips dan ujung daun meruncing. Bunga seperti trisula dengan gerombolan bunga (kuning) hampir di sepanjang ruas tandan. Letak bunga di ujung/pada tangkai bunga. Mahkota bunga berwarna kuning cerah. Avicennia alba memiliki buah seperti kerucut/ cabe/mente dan berwarna hijau muda kekuningan. Pada bagian batang yang tua, kadang-kadang ditemukan serbuk tipis. Merupakan jenis pionir pada habitat rawa mangrove di lokasi pantai yang terlindung, juga di bagian yang lebih asin di sepanjang pinggiran sungai yang dipengaruhi pasang surut, serta di sepanjang garis pantai. Manfaat yang diperoleh dari spesies ini adalah paling banyak pada manfaat daunnya yang dapat digunakan sebagai obat luka bakar.

Baca Lanjutan...


Destinasi Terbaik Bagi Penghobi Ikan Hias - Pasar Ikan Hias Gunung Sari

Oleh : admin | 15 Oktober 2018

Kota Surabaya sebagai salah satu kota metropolitan terbesar ke dua di Indonesia mempunyai banyak tempat wisata dan juga belanja seperti halnya tempat berlibur yang bertemakan alam, modern, serta pasar tradisional. Diantaranya yang menjadi satu-satunya pusat pasar ikan yang terintegrasi adalah di Pasar Ikan Hias (PIH) Gunung Sari. Terletak di Jl. Gunungsari No.71, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya, Jawa Timur, menempatkan sebagai pasar yang letaknya cukup strategis dan cukup mudah di akses.

Sejarah Pasar Ikan Hias (PIH) Gunung Sari

Sebelum dibangunnya pusat pedagang ikan, khususnya di sektor ikan hias, banyak pedagang ikan hias kaki lima yang berjualan di pinggir jalan-jalan di sudut Kota Surabaya. Dikarenakan Pedagang ikan hias di Kota Surabaya yang tergolong cukup banyak, maka dengan adanya mereka melakukan transaksi jual beli ini menyebabkan kemacetan dan juga kesemrawutan. Mereka tersebar dan berjualan di sepanjang bantaran kali Brantas, Jalan Irian Barat, Jalan Patua, dan seputaran ruas Jalan Gunungsari yang mana ruas jalan ini merupakan ruas jalan yang padat lalu lintas, serta intensitas kendaraan yang melewati jalan ini sangatlah tinggi. Usaha para pedagang ini semakin membesar dan Membuat para pedagang lama makin besar bisnisnya, serta bermunculan para pedagang baru yang menyebabkan semakin banyak jumlah pedagang ikan hias ini.

Dari permasalahan itulah, kemudian Pemkot Kota Surabaya bersama dinas terkait, yakni Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dinas Pertanian Pemkot sebelumnya) berinisiatif untuk melakukan pembenahan dan penataan ulang para pedagang ke dalam suatu tempat khusus yang saat ini bernama Pasar Ikan Hias (PIH) Gunung Sari. Pasar Ikan Hias (PIH) Gunung Sari mulai dibangun pada tahun 2009, dan diresmikan pada pada tanggal 25 Agustus 2010, berdiri di atas lahan 2.711,65 M2 . Dengan jumlah kios sebanyak 158 kios yang terdiri dari 80 kios di lantai bawah dan 78 kios di lantai atas.

Pembangunan fisik PIH ini mem biaya sekitar Rp 4,4 miliar. Ditambah, Rp 200 juta untuk pengadaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan instalasi air bersih. Pelaksanaan pembangunannya sekitar selama tiga tahun (2009-2011). Sedangkan pengembangan dan pembenahannya sampai saati ini masih terus dilakukan.

Dengan adanya satu titik pasar khusus ikan hias di Kota Surabaya ini, maka menjadikan Pasar Ikan Hias (PIH) Gunung Sari ini sebagai salah satu destinasi penjualan ikan hias yang terintegrasi dan juga nyaman. (dikutip dari buku “Inovasi Pelayanan Publik Kota Surabaya 2014-2015” yang dibuat oleh Bagian Organisasi dan Tata Laksana Pemkot Surabaya, 2016)

Destinasi Pasar Ikan Andalan Surabaya

Sejak diresmikan pada tahun 2010 lalu, PIH kini mengalami kemajuan yang lumayan pesat. Tidak hanya menjadi jujukan warga Surabaya, akan tetapi juga menarik perhatian dari para pecinta ikan hias di sekitaran Surabaya. Para pengunjung PIH bisa dengan mudah mendapatkan berbagai jenis ikan dan juga segala pernak-perniknya seperti beragam jenis ikan hias air tawar, ikan hias air laut, ikan untuk budidaya konsumsi, tanaman dan media aquascapes, ataupun peralatan hobi yang berhubungan dengan dunia perikanan dan yang lainnya.

Bila anda hendak mencari berbagai jenis ikan hias tawar, beserta aksesorisnya anda dapat mencarinya di lantai satu, bila anda hendak mencari berbagai jenis ikan hias laut beserta aksesorisnya, anda dapat mengunjungi stand di lantai dua atau atas. Dari ke semua produk perikanan hias yang dipasarkan, dijamin punya kualitas yang baik dan juga tentunya dengan harga yang pas di kantong.

Pusat Pasar Ikan Hias Grosir

Selain ada stand tetap yang memasarkan penjualan ikan hias dan juga aksesorisnya secara eceran, di PIH juga ada pameran dan penjualan ikan grosir yang dijamin harga dan kualitas terbaik Bila anda membutuhkan jumlah ikan yang lumayan banyak, ataupun untuk dijual kembali, jangan lewatkan Pasar Grosir Ikan Hias Gunung Sari yang buka tiap dua hari dalam sepekan, yaitu hari Rabu dan juga hari Sabtu. Buka mulai pukul 06:00 sampai selesai, anda dapat berburu ikan murah sepuasnya.

Jenis ikan hias yang dijual di PIH Grosir adalah ikan cupang, ikan sumatra, ikan guppy, ikan terapi garra rufa, ikan koi, ikan mas, belut, berbagai tanaman aquascapes, ikan untuk budidaya seperti lele, patin, dan nila, dan berbagai jenis ikan hias air tawar lainnya.

Diharapkan dengan semaraknya Pasar Ikan Hias yang terpusat ini, menjadikan Pasar Ikan Hias Gunung Sari sebagai salah satu destinasi wisata pilihan di Kota Surabaya.

Kontributor : Ibs /Subbid Perikanan/2018

Baca Lanjutan...


Profil Perikanan Kota Surabaya

Oleh : admin | 21 Desember 2018

GAMBARAN UMUM Kota Surabaya berada di wilayah Provinsi Jawa Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia. Secara geografis Surabaya terletak pada garis Lintang Selatan antara 7 0 9’ – 7 0 21’ dan 112 0 36’ - 112 0 57” Bujur Timur. Panjang garis pantai adalah 47,4 Km 2 dengan luas daratan wilayah Kota Surabaya sebesar 33,048 Ha dan Luas wilayah laut yang masuk dalam wilayah administrasi oleh Kota Surabaya sebesar 19.039 Ha. Wilayah Surabaya terdiri dari 31 kecamatan dan 163 kelurahan, ±26,32 km. jumlah penduduk pada tahun 2011 sebanyak 3.024.321 jiwa. Secara umum keadaan Topografi Kota Surabaya memiliki ketinggian tanah berkisar anatara 0-20 meter di permukaan laut, sedangkan pada daerah pantai ketinggiannya bekisar antara 1 – 3 meter di atas permukaan air laut. Batas wilayah Kota Surabaya meliputi: ? Sebelah Utara : Selat Madura ? Sebelah Timur : Selat Madura ? Sebelah Selatan : Kabupaten Sidoarjo ? Sebelah Barat : Kabupaten Gresik Untuk wilayah yang mempunyai potensi perikanan terbesar adalah pesisir Kota Surabaya yang terdiri dari 12 kecamatan (24 kelurahan) seluas 87,42 km 2 . Jumlah nelayan laut di Kota Surabaya sebanyak 4.486 orang, nelayan perairan umum 50 orang, petani tambak dan air tawar 781 orang. (Surabaya Dalam Angka Tahun 2017).

Baca Lanjutan...


Rekomendasi Ikan Lokal Untuk Disebar (Restocking) di Perairan Umum

Oleh : admin | 29 januari 2019

Untuk meningkatkan jumlah populasi ikan yang berkurang akibat kegiatan penangkapaan yang dilakukan secara teru-menerus khususnya di perairan umum maka diperlukan kegiatan restocking. Restocking ikan diyakini mendukung upaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Kegiatan restocking juga sering dilakukan oleh kelompok-kelompok yang peduli lingkungan, akademis, pemerintah bahkan personal dalam rangka memperingati kegiatan tertentu. Pada dasarnya restocking adalah menebarkan kembali jenis-jenis ikan yang menurut sejarahnya mendiami suatu perairan yang karena suatu sebab terjadi penurunan populasi atau tidak ditemukannya lagi jenis ikan tersebut. Sebelum melakukan kegiatan restocking, harus mengetahui terlebih dahulu kondisi stok ikan di perairan yang dipilih dan jenis ikan yang akan ditebar. Ciri dari perairan yang harus dilakukan penebaran kembali adalah perairan yang telah mengalami penurunan stok alami (depleting natural population), yang ditandai makin sedikit hasil tangkapan oleh nelayan. Untuk keperluan restocking sebaiknya menebarkan benih yang sudah cukup besar sehingga benih tersebut mampu mencari pakan alami dan menghindar dari predator.

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Perikanan Budidaya sudah berhasil mendomestikasi terhadap ikan-ikan spesies lokal yang digunakan sebagai ikan untuk direstocking di perairan umum utamanya disungai yaitu sebagai berikut :
1. Ikan Wader (Puntius binotatus)
2. Ikan Bloso (Oxyeleotris mamorata)
3. Ikan Rengkik (Hemibagrus nemurus)
4. Ikan Muraganting (Barbonymus altus)
5. Ikan Bader Merah (Barbodes balleroides)

Selain kegiatan domestikasi, Dinas Kelautan dan Perikanan juga melakukan kegiatan pertemuan dengan beberapa kelompok pembudidaya yang telah berhasil memijahkan ikan-ikan tersebut, yang dengan sukarela melakukan restocking ikan dari hasil pemijahannya.

Diharapkan ikan-ikan seperti ikan Mas (Cyprinus carpio), ikan Nila (Oreochromis niloticus), grasscap (Ctenopharyngodon idella), ikan Lele (Clarias) sudah tidak digunakan lagi untuk keperluan restocking karena telah banyak pembudidaya ikan baik perorangan maupun kelompok yang telah membudidayakan ikan-ikan tersebut serta berkurangnya populasi ikan asli lokal karena dominasi ikan tersebut. Di habitatnya ikan-ikan tersebut bisa menjadi predator bagi benih-benih ikan lainnya seperti ikan Wader karena sifat nya yang pemakan segala (omnivora).

Pengelolaan Perikanan Perairan umum sebagai upaya agar sumber daya ikan dapat dimanfaatkan secara berkesinambungan perlu dilakukan secara bijaksana untuk menjamin ketersediaan stock ikan selain menjaga kelestarian habitat ikan dan pengaturan penangkapan khususnya diperairan yang sudah menunjukkan penurunan produksi perlu dilakukan restocking jenis ikan yang tepat. (bidangbudidaya)

Sources : https://dkp.jatimprov.go.id/index.php/2017/06/04/potensi-ikan-spesifik-lokal-jawa-timur-sebagai-ikan-untuk-restocking-di-perairan-umum/

Dokumentasi : Jhn /Subbid Perikanan/2019

Baca Lanjutan...