Sambutan Kepala Dinas
Segala puji syukur kepada Allah SWT dengan dibangunnya website ini, maka akan terjalin hubungan komunikatif antara komunitas petani, peternak, nelayan, pemeharti dan Stake Holder terhadap Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian kota Surabaya. Dengan pengembangan website yang dapat diakses langsung untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas dalam melayani serta mendampingi para petani peternak dan nelayan dalam menyediakan beraneka ragam jenis pangan olahan, agrobis dibidang pertanian, perikanan, pangan dan peternakan serta memberikan bimbingan teknis yang dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya. Harapan kami, semoga website ini bermanfaat dan mampu menjadi sarana komunikasi yang sangat baik.
Ir. Erna Purnawati | Plt. Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya

MINIAGRO WISATA

KUNJUNGAN MINIAGRO


Senin s/d Jum'at Sabtu Minggu
08.00 - 14.00 09.00 - 14.00 09.00 - 15.00
Miniagro buka setiap hari sesuai jam berkunjung di atas
INFO BAGI PENGUNJUNG

Bagi Pengunjung Umum
  • Langsung saja datang sesuai jadwal berkunjung diatas
Bagi Instansi Sekolah
  • Kirimkan surat/proposal kunjungan yang berisikan jadwal berkunjung, jumlah anak didik, jumlah pendamping dan kontak person yang bisa dihubungi

JADWAL KUNJUNGAN

25 APRIL 2018
IPH SCHOOL
Jumlah = 27 siswa/person

23 APRIL 2019
PG KB INTAN PERMATA HATI
Jumlah = 44 siswa/person

22 APRIL 2019
PPT TERATAI KEBONSARI SURABAYA
Jumlah = 28 siswa/person

18 APRIL 2019
TK. RUMAH PENDIDIKAN INDONESIA
Jumlah = 50 siswa/person


TANYAKAN DAN SAMPAIKAN

Lihat Lebih Lanjut

BERITA TERKINI


PEMKOT SURABAYA MENDAPAT BANTUAN CSR DARI PERTAMINA BERUPA PERAHU DAN...

Posted By admin | 01 April 2019

(Senin, 01/04/2019) Pemerintah Kota Surabaya melalui DKPP Surabaya mendapatkan bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari Pertamina berupa 2 Perahu dan mesinya, Bantuan CSR ini diharapakan bisa membantu Pemkot Surabaya dalam melakukan pekerjaanya, yang renacananya nanti akan di gunakan DKPP Surabaya untuk mobilitas laut kawasan area Kebun Raya Mangrove . Baca lanjutan...


PELATIHAN PENANAMAN BONSAI...

Posted By admin | 29 Maret 2019

(Kamis, 28/03/20019) Pemkot Surabaya melalui DKPP Surabaya memberikan terobosan terbaru untuk meningkatkan mutu ekonomi masyarakatnya dengan memberikan edukasi terkait penanaman bonsai kepada PPL dan THL yang nantinya akan di Edukasi kepada masyarakat Surabaya. Harapan dari terobosan masyarakat bisa memaksimalkanya sebagai peluang usaha mengingat tanaman bonsai relatif mahal. Baca lanjutan...


LAPORAN WARGA SURABAYA...

Posted By admin | 29 Maret 2019

(28/03/2019) Terkait laporan warga ke Command Center 112, mengenai serangan Hama Tomcat di Jl. Ngagel Tama Tengah Surabaya . Satgas DKPP Surabaya langsung terjun ke lokasi bersama Linmas setempat untuk melakukan penangan pembasmian hama tomcat dengan menyemprotkan cairan Insektisida Curacron di bagian bagian rumah warga dan tempat tempat yang berpotensi menjadi sarang tomcat . Bagi kalian yang terkena serangan Hama silahkan melaporka ke kami atau 112 ya Sobat Baca lanjutan...


GRATIS Berikan Pas Kecil Perahu - Kapal Untuk Keamanan dan...

Posted By admin | 21 januari 2019

Sebagai bentuk tindak lanjut Surat Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor UM 002/97/20/DK-18 tanggal 24 Oktober 2018 tentang Pelaksanaan Gerai Pelayanan Terpadu Pengukuran Ulang Kapal, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kota Surabaya, bersama dengan Syahbandar Tanjung Perak dan Ditpolairud Polda Jawa Timur melaksanakan kegiatan pengukuran kapal nelayan dan penertiban pas kecil pada hari ini (21/01/19).

Surat tanda kebangsaan kapal atau pas kecil, lanjut Eko, adalah surat Baca lanjutan...


Tanggap Bencana !!! DKPP Lakukan Sosialisasi Mitigasi Untuk Nelayan dan...

Posted By admin | 17 januari 2019

Bencana alam dan musibah yang terjadi akhir-akhir ini seolah membuka mata kita bahwa betapa berharganya sebuah kehidupan ini, ribuan dan bahkan ratusan ribu nyawa manusia meninggal akibat bencana alam tersebut. Ribuan unit rumah rusak dan hancur lebur, jalanan dan infrastruktur porak poranda rusak parah karena kejadian ini, hal inilah yang menyebabkan tingkat kematian tinggi kepada para korban bencana.

Perlu diketahui, negara kita Indonesia adalah negara yang rawan bencana alam Baca lanjutan...

INFO PENTING

Pemkot Surabaya Sidak Hewan Kurban Mengantisipasi Antraks
Oleh : admin | 30 Agustus 2017

suarasurabaya.net - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya telah menginspeksi beberapa sentra penjualan hewan kurban dalam rangka Hari Raya Idul Adha 1438 Hijriah. Sapto, Petugas Paramedis Tim DKPP Surabaya mengatakan, sidak bersama beberapa dokter hewan muda di Surabaya ini sudah berlangsung sejak Sabtu (26/8/2017) lalu. Sampai hari ini, Senin (28/8/2017), kata Sapto, sudah ada lima lokasi di kawasan Surabaya Barat yang telah dikunjungi oleh tim DKPP ini dan telah diperiksa. "Ada empat lokasi di Babat Jerawat hari ini, semuanya menjual kambing. Lalu satu lokasi penjualan sapi di Pakal, kemarin Sabtu," ujarnya dihubungi suarasurabaya.net. Selama sidak ini, Sapto mengatakan belum menemukan tanda-tanda tertentu mengenai penyakit yang perlu mendapat perhatian. Hanya beberapa kambing di Babat Jerawat yang kurang sehat dan sudah diberi suntikan nutrisi. Adapun sidak hewan kurban kali ini, DKPP masih fokus pada antisipasi hewan kurban yang rawan terjangkit antraks. Karena itu, pemeriksaan awal oleh Tim DKPP adalah mengetahui asal hewan kurban itu. "Kami selalu menanyakan kepada penjual, dari mana asal hewan kurban ini. Hewan dari Jawa Tengah patut kami curigai antraks karena memang sampai saat ini tidak boleh masuk ke Jawa Timur," ujarnya. Selain dengan menanyakan asal hewan kurban kepada penjualnya, Tim DKPP juga bisa mengetahui asal hewan dari Surat Keterangan Kesehatan Hewan Kurban (SKKH). Di lokasi penjualan sapi di Pakal, petugas DKPP menemukan masih ada penjual sapi yang belum melengkapi ternak kurban yang diperdagangkan dengan SKKH dari daerah asal hewan. "Jadi kami menyarankan, untuk tahun depan mereka harus melengkapi SKKH dari daerah asal ternak. Kalau sekarang, paling tidak dua tiga hari ini sudah beres SKKH yang di Pakal," kata Sapto. Sapto menegaskan, dari lima lokasi yang telah diperiksa, belum ditemukan ada hewan ternak yang berasal dari Jawa Tengah. Sebagian besar hewan itu berasal dari beberapa daerah di Jawa Timur. Seperti dari Balongpanggang, Gresik, Blitar, Lumajang, maupun dari Surabaya sendiri. "Kawasan Pakal itu, sampai sekarang masih banyak peternak sapi. Memang jumlahnya tidak terlalu banyak, karena itu mereka juga mendatangkan hewan dari daerah lain, tapi sejauh ini baru dari Jawa Timur aja," ujarnya. Tidak hanya di Surabaya Barat, Tim DKPP Surabaya hari ini juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di sejumlah lapak di kawasan Jalan Ir Soekarno, MERR II C, Surabaya. Perlu diketahui, Pemprov Jatim pada September 2016 lalu, menjelang Idul Adha, menemukan kasus sapi mati diduga terjangkit antraks di Pacitan. Setelah ditelusuri, sapi itu ternyata berasal dari Wonogiri, Jawa Tengah. Soekarwo Gubernur Jawa Timur saat itu mengeluarkan pernyataan, untuk sementara waktu Jawa Timur tidak menerima sapi dari Jawa Tengah. Kasus dugaan antraks ini juga sudah dikoordinasikan oleh Gubernur kepada Pemprov Jawa Tengah.(den/ipg)

Tags : Publik
Pemkot Surabaya: Solusi Kelangkaan Garam, Ya Berhemat Dulu
Oleh : admin | 31 Juli 2017

suarasurabaya.net - Selama ini, proses pengolahan garam di Surabaya menggunakan proses yang masih alami. Bergantung pada intensitas penyinaran matahari dan pengaruh musim. "Kalau tidak hujan ya bisa jalan," kata Joestamadji Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya di Humas Pemkot Surabaya, Jumat (28/7/2017). Meskipun, sudah ada sedikit inovasi dari para petani. Kini mereka tidak lagi menggunakan meja pengeringan garam dari tanah, melainkan dengan terpal atau membran. Metode itu bernama Biomembran. Prosesnya tetap sama, hanya berbeda pada medianya. Menempatkan air tuah (bahan garam dari air laut) ke media terpal atau membran saat pengeringan. "Dengan metode ini sebenarnya baik kualitas maupun kuantitasnya meningkat. Tapi tetap bergantung cuaca," katanya. Sebenarnya, kata dia, ada teknologi yang tidak bergantung cuaca. Dengan memasak air laut dengan bahan bakar minyak. Tapi metode ini menurutnya justru tidak efisien karena harganya akan terpengaruh harga BBM. Pemkot Surabaya, kata dia, telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hasilnya, telah disepakati bahwa solusi kelangkaan garam ini dengan melakukan penghematan. "Berhemat dulu dengan stok garam yang ada. Surabaya ini sekarang bergantung stok dari Provinsi yang produksinya 1 juta ton per tahun dan secara nasional 2 juta ton per tahun," ujarnya.(den/ipg)

Tags : Publik

INFO HARGA PANGAN

Harga Komoditi Pangan Kota Surabaya

Data Tanggal 23 MEI 2019


No

Uraian

Satuan
Harga Rata-rata Tingkat Konsumen di Pasar Tradisional (Rp)
Tambahrejo Pucang Anom Wonokromo Genteng Baru Pabean Kembang Balongsari Kendangsari
1 Beras IR. 64 (Kw II) Kg 11.000 12.000 10.000 12.000 11.000 12.500 11.500 10.000
2 Beras IR. 64 (Kw I) Kg 12.500 12.500 12.800 12.800 12.000 12.500 12.000 11.000
3 Jagung Pipilan Kering Kg 8.000 8.000 .- 9.000 7.000 9.000 7.000 7.000
4 Terigu (Curah) Kg 7.500 7.500 7.500 7.000 7.000 7.000 6.500 7.000
5 Gula Pasir Kg 11.700 12.500 12.500 12.000 10.500 12.500 12.500 12.500
6 Gula Merah Kg 14.000 17.500 14.000 14.000 15.000 14.000 13.000 14.000
7 Minyak Goreng (Curah) Kg 9.500 10.000 10.000 10.000 100.00 10.500 10.000 9.000
8 Telur Ayam Kampung Butir 2.200 2.500 2.200 2.000 2.500 2.000 2.500 2.500
9 Telur Ayam Ras Kg 21.000 22.000 21.000 22.000 24.000 23.500 21.500 22.000
10 Daging Ayam Ras Kg 30.500 30.000 30.000 30.000 32.000 30.000 32.000 33.000
11 Daging Sapi Grade Sedang Kg 110.000 110.000 110.000 110.000 112.000 110.000 110.000 .-
12 Bandeng Sedang Kg 25.000 33.000 32.000 35.000 26.000 35.000 32.000 30.000
13 Udang Kg 50.000 95.000 80.000 85.000 50.000 70.000 50.000 60.000
14 Lele Kg 22.000 21.000 .- 20.000 22.000 22.000 20.000 20.000
15 Bawang Merah Kg 24.000 25.000 28.000 30.000 22.000 25.000 23.000 20.000
16 Bawang Putih Kating Kg 32.000 35.000 35.000 40.000 30.000 35.000 35.000 38.000
17 Bawang Putih Sinco Kg 30.000 32.000 30.000 30.000 25.000 30.000 30.000 30.000
18 Cabe Merah Kg 32.000 30.000 30.000 35.000 25.000 30.000 20.000 25.000
19 Cabe Kecil/Rawit Kg 13.000 15.000 15.000 15.000 7.000 15.000 12.000 12.000
20 Bayam Sayur Ikat 1.200 1.000 2.000 1.500 1.500 1.500 1.000 2.000
21 Kangkung Panjang Ikat 1.200 1.000 1.000 1.500 .- 1.500 1.000 1.500
22 Sawi Hijau Ikat 1.200 1.500 2.000 2.000 2.000 1.500 2.000 2.000
23 Wortel Kg 12.000 120.00 15.000 14.000 15.000 14.000 8.000 15.000
24 Kentang Kg 9.000 12.000 12.000 15.000 150.00 12.000 9.000 10.000
25 ketela Pohon Kg 6.000 6.000 5.000 6.000 10.000 5.000 5.000 6.000
26 Ubi Jalar Kg 7.000 5.000 .- 6.000 10.000 5.000 8.000 6.000
27 Kacang Hijau Kg 15.000 20.000 22.000 20.000 22.000 18.000 20.000 18.000
28 Kacang Tanah Kg 21.000 25.000 250.00 25.000 22.000 22.000 25.000 24.000
29 Kacang Kedelai Ose Kg 9.000 10.000 9.000 10.000 9.000 9.500 9.500 9.000
30 Tongkol Sedang Kg 30.000 33.000 .- 35.000 28.000 36.000 32.000 35.000

PROMOSI

HUTAN KOTA SURABAYA


VIDIO